Siang ini seoang gadis kecil mempertaruhkan keselamatnya di tangan manusia – manusia berbaju putih di meja operasi…
Bapak dan Ibunya dengan penuh harap dan cemas menunggu di depan ruang samapi tiba giliran gadis itu untuk operasi.
Kali ini hanya bapanya saja yang ikut mengantar kedalam ruang operasi sampai saat operasi akan di laksanakan. Gadis itu menangis, tak ingin melepaskan pelukan lekaki tampan yang seja tadi memeninya di dalam… Tubuhnya kurus tak betenaga, selang infus telah tersambung di tangannya sejak lusa lalu… Dia hanya menangis, menangis dan menangis. Sungguh dia ketakutan bukan main melihat peralatan operasi di dalam
Di samapignya sang bapak dengan setia berdoa untuk keselamatan dan kesembuhan dirinya, tak jarang sesekali lelaki itu meneteskan air mata. Sementara di luar ruangan, ibunya telah lunglai, pikiran terburuk melintas di pikaranya yang
15 menit berlalu dengan sendu, sekelompok orang berbaju putih itu memasuki ruangan. Salah satunya meletakan alat Bantu pernafasan di mulut dan hidung gadis itu.. Obat bius pun telah beredar di setiap aliran darahnya..
Tangis yang tadinya pecah dari mulut gadis berusia 3 tahun itu kini tiba – tiba lenyap, seakan orang – orang bebaju putih tadi telah merenggut nyawanya…
Ahh,.. Bapaknya menangis, dia meninggalkan ruangan dan menemui wanita tercantik yang melahirkan gadis kecilnya itu…
Tak kuasa dia menahan tangis, dia sempat mengira bahwa anaknya telah tiada, padahal hanyalah bius sementara selama menjalani operasi.
Lelaki dan wanita itu tak hentinya berdoa dan meminta kepada Sang pencipta demi keselamatan anak pertamanya…
Oh Tuhan, sujud syukur mereka lakukan manakala operasi telah selesai dan anak gadis itu pun selamat…
Alhamdulillah,.. perlahan dia membuka mata dari tidur yang membuat kedua orang tuanya menghabiskan air mata…
Senyum manisnya tersimpul di ujung bibirnya menahan sedikit rasa perih luka jahitan beberapa menit yang lalu…
“ Buk,.. Bapak….” Yang mampu dia ucapkan kepada orang tuanya. Tubuhnya masih lemah.
Orang tuanya tersenyum dan merangkulnya.
Roda kehidupan masih berputar, dan terus berputar.. Gadis kecil itu tlah beranjak remaja.
Menjadi remaja yang ceria seperti lagu yang di ciptakan kakek A.T Mahmud yang sama dengan namanya. Manis sekali…
Suatu hari sebuah penyakit yang bersarang di tubuhnya mulai berontak. Di usianya yang sudah 18 tahun, dia kembali harus menjalani perawatan di rumah sakit. Wanita yang dulu setia menunggu kesembuhannya masih tetap ada untuknya. Di sela – sela pemeriksaan oleh lelaki berbaju putih untuknya dia merasakan ada yang hilang.
Ya, lelaki tampan yang dulu berada di sampingnya kala dia mempertaruhkan nyawa tak berdosanya di tangan sang ahli yang dia takuti, kini tak nampak. Kemana lelaki itu ?
Hingga kesembuhan telah berpihak padanya, lelaki itu tak kunjung datang untuknya..
Astaga ! sudahkah dia lupa akan anak kecil yang dia tangisi penuh kasih sayang waktu itu ?
Memang benar dia telah lupa. Bahkan dengan wanita cantik yang telah melahirkan gadis itu,..
Ya tuhan,.. gadis itu menangis, dalam hatinya mendendam namun rasa cinta kepada lelaki idolanya itu tak pernah hilang samapi kapan pun. Dan siang ini, gadis itu kembali meneteskan butiran bening dari matanya di saat dia menulis true story ini di depan monitor putihnya dengan penuh kerinduan… Semoga lekali tampan itu selalu di selimuti kehangatan oleh tuhan. Amin

0 komentar:
Posting Komentar